Skip to content

Retro Blog

Artikel Suka-Suka

    Pertama kali kenal kenal kata entrepreneurship adalah ketika mengenyam bangku kuliah. bisa dimaklumi lah, karena semasa SD-SMA saya mengikuti pagelaran pendidikan di daerah Indonesia bagian timur. Entah kenapa banyak informasi yang saya lewatkan, entah karena keterbatasan informasi yang di dapat di daerah saya atau memang saya yang kurang mau belajar.

    Entrepreneurship merupakan satu istilah baru bagi saya saat pertama kali mendengar kata itu. Namun ketika saya paham betul arti kata itu, tanpa sadar saya sudah terlibat dalam kegiatan entrepreneurship selama ini. Dengan latar belakang orang tua sebagai pegawai negeri, tentu saja harus pandai-pandai berbisnis guna mencukupi kebutuhan keluarga. Selama bersekolah di Tual-Maluku Tenggara, saya dan orang tua saya terlibat dalam usaha keluarga yaitu usaha mebel dan jual beli kayu. Tanpa disadari jiwa Entrepreneur sudah terbentuk didalam diri saya, karena orang tua saya mengajarkan untuk berani mengambil langkah ketika kita memiliki ide untuk menghasilkan uang.

    Karena merasa tertarik, saya beberapa kali mengikuti seminar entrepreneurship, menjalin hubungan dengan beberapa pengusaha, bahkan saya sempat memiliki seorang tutor yang merupakan seorang pengusaha hasil bumi. meskipun hanya berkenalan dan berkomunikasi melalui dunia maya, namun saya sangat berterimakasih karena sudah diberi banyak ilmu dan luar biasanya semua itu gratis. Entah bagaimana saya mengenal orang ini, namun dia sangat murah hati dan mau berbagi semua ilmu nya  kepada saya.

       Suatu hari saya memberanikan diri untuk membuka usaha bersama teman saya. Usaha yang kami buka adalah sebuah design house yang menangani pembuatan desain logo, banner, t-shirt, dll. Berjalan selama 2 tahun sebelum kami disibukan dengan skripsi yang membuat kami terpaksa harus menolak beberapa order, dan akhirnya kami harus menutup usaha tersebut. selama 2 tahun banyak pelajaran yang saya dapat, dimana saya harus berkomunikasi dengan calon client maupun client, bagaimana saya harus mencari cara untuk memasarkan layanana jasa kami. tapi itu semua terbayar karena selama dua tahun usaha kami terbilang sukses meskipun ada pasang surut.

    Ketika skripsi hampir selesai saya mempunyai sedikit waktu luang, disitu saya mengambil kesempatan untuk bekerja di sebuah perusahaan perusahaan asuransi multinasional. berjalan selama 3 bulan saya mendapat banyak pengalaman, juga bisa memahami kesulitan berjualan asuransi. Akhirnya saya memutuskan untuk berhenti kemudian mendirikan sebuah game house bersama tim saya, yang kebetulan secara bersama kami menjadi juara 2 GEMASTIK (Pagelaran Mahasiswa Teknologi Informatika) 5 pada tahun 2012 di ITB untuk kategori Pengembangan Game. Sempat berjalan selama 5 Bulan sebelum akhirnya saya lulus dr PTIIK (Program Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer) UB, akhirnya saya dan tim sepakat untuk melebur usaha design house saya dan game studio mejadi sebuah perusahaan yang berbasis sistem informasi.

        Pada januari 2013 perusahaan baru kami bernama PinePix Media resmi berdiri. Bukan dengan pengorbanan, dari ketiga anggota tim untuk berkomitmen kepada perusahaan kami, maka kami harus menolak beberapa panggilan kerja dari perusahaan tempat kami pernah melamar pekerjaan. Bahkan saya harus berhenti dari sebuah animation studio yang melibatkan saya dalam pembuatan sebuah film animasi lokal yang siap tayang di Indonesia. Padahal kami tahu bahwa usaha yang kami rintis ini sangat beresiko, bahkan dalam memulainya kami benar-benar memulai dari NOL, tanpa modal, tanpa ada tempat untuk kami kumpul dan mengerjakan proyek, bahkan kami masih menggunakan salah satu laboratorium di tempat kami berkuliah untuk berkumpul dan mengerjakan proyek. Semua itu tidak membuat saya putus asa, karena Entrepreneur sudah benar2 membuai saya dengan berbagai macam ketidak pastian, resiko, dan juga perjuangan yang ditawarkan. Saat ini saya masih yakin dan akan tetap yakin bahwa dengan Tuhan dan semangat, saya akan berhasil.

Terima kasih. GBU

Tags: , , , ,

%d bloggers like this: